Sinopsis Filem Ayat-Ayat Cinta Lakonan Zaskia Adya Mecca & Carissa Puteri
Filem yang berkisarkan cinta ini mengisahkan seorang mahasiswa Universiti Al-Azhar, Mesir dan beberapa kenalan wanita yang menaruh hati terhadapnya. Namun lebih daripada itu, kisah ini menjalani naik turunnya kehidupan dengan tatacara hidup sebagai seorang yang beragama Islam.

Sejak menuntut di universiti itu, Fahri bersahabat baik dengan Maria, jiran tingkat atas flat pengajiannya, merupakan seorang gadis Kristian Koptik yang mengagumi Islam namun, menaruh hati secara senyap terhadap Fahri.
Keikhlasan hati Fahri, mendorong dia dan Maria membantu Noura, seorang gadis yang sering didera oleh bapa tirinya, Bahadur. Suatu hari, Fahri telah membantu seorang gadis berpurdah yang menjadi mangsa amukan warga Mesir kerana memberi tempat duduk kepada dua warga Amerika yang hampir pitam kerana kepanasan dalam gerabak keretapi.
Fahri kagum dengan keberanian gadis berpurdah itu. Sempat berbual dan sebelum berpisah gadis itu memperkenalkan dirinya dalam bahasa Jerman ‘mein name ist Aisha’.

Suatu hari, Syaikh Ustman, guru tallaqinya bertanya sama ada dia mahu berkahwin atau tidak. Fahri bingung lalu solat istikharah. Bertemu secara taaruf, akhirnya Fahri mengakui jodohnya bersama gadis itu. Dia ialah Aisha.
Namun, perkahwinan dengan Aisha umpama derita terhadap tiga lagi gadis yang menyintainya dalam diam. Tidak cukup dengan itu, Fahri menerima dua dugaan yang paling besar dalam hidupnya.
Apakah dua dugaan yang terpaksa ditempuhi oleh Fahri?
Pastikan anda tidak terlepas peluang menonton filem tersebut yang akan memulakan tayangan pada 16 Jun ini.

Technorati Tags: sinopsis, ayat-ayat cinta, Zaskia Adya Mecca, Carissa Puteri, Yunita Ramadhana Blog, ulasan ayat ayat cinta, novel indonesia, how to translate, bahasa indonesia course
Tags: ayat-ayat cinta, bahasa indonesia course, Carissa Puteri, how to translate, novel indonesia, sinopsis, ulasan ayat ayat cinta, Yunita Ramadhana Blog, Zaskia Adya MeccaBaca artikel lain yang berkaitan:







May 15th, 2008 at 12:57 am
“menjadi mangsa amukan warga Mesir kerana memberi tempat duduk kepada dua warga Amerika yang hampir pitam kerana kepanasan dalam gerabak keretapi.”
macam pernah dengar je kisah ni…rase2nye berlaku kat mesir gak.
May 15th, 2008 at 7:45 am
nope
never in a million year will i support a movie from stinkyindon
May 15th, 2008 at 8:48 am
dah release ker citer neh kat malaysia?? takder iklan pon???
May 15th, 2008 at 9:25 am
To Obefiend: bwa ha ha ha ha ha ha ha ha ha , U act like KKK in the US. Sooo yesterday.
May 15th, 2008 at 11:57 am
film ini mendapat sambutan yang luar biasa di indonesia.
film ini sampai saat ini telah di saksikan penonton sebnyak 4 juta orang di indonesia. termasuk presiden dan wakil presiden indonesia, juga pejabat2 pemerintahan.
film ini menceritakan ini dari ajaran islam tentang cinta dan kasih sayang.
tapi ada baiknya setelah nonton film ini baca juga novelnya : AYAT AYAT CINTA.
JANGAN LUPA UNTUK MEMBAWA TISSU OR SAPUTANGAN KALO NONTON FILM INI.
May 15th, 2008 at 12:19 pm
Great Movie..religiously romance story!You guys must catch it !! Support Ayat-ayat cinta..
May 15th, 2008 at 6:05 pm
filem adaptasi dari novel yang sepatutnya menjadi ikutan Malaysia..
May 15th, 2008 at 6:08 pm
Kalau malaysia hanya menawarkan filem2 sekadar Cinta U Turn yang ntah apa2..dan lambakan dari pengarah yang mcm dh takde idea lain..sampai bile pun filem2 kita tak maju..
pengarah je yang syok sendiri..balik2 filem dari pengarah tu..muka pelakon pn yang tu..dah takde muke lain..
May 15th, 2008 at 7:57 pm
i rather spend my hard earned ringgit on a crappy Mohaideen crap than on an indon crap fest
ayat2 cinta?
more like ayat2 crap..
MISTIK dan REMPIT sejuta kali better than any film indon can make. ha ha ha..
call me KKK. whatever. no indon film is even as good as a Z Lokman film. Compared to indon film Z Lokman movie looks like it was directed by Francis Capolla!
May 15th, 2008 at 8:26 pm
flem nih jawapan yg di persolakan dlm flem fitna..
shud sokong wut…
org m’sia xde usahe pon nk lwn org barat cre mcmnie….
May 15th, 2008 at 11:54 pm
sokong ctkus…
kalau blom tgk cite nie…jgnlah terus buat penilaian…
xsalah kalau tonton filem indonesia kalau dh filem d malaysia ni mcm hampeh…
aku bru jek hbis tgk cite nie…
byk pengajaran…bila fahri difitnah memperkosa noura,bila aisha mulanya ragu2 pd fahri…n mcm g la…
May 16th, 2008 at 2:35 am
Sebuah filem Box Office di Indonesia yang mengembalikan zaman kegemilangan filem2 Indonesia tahun 70han. Waktu pelancarannya di Singapura 4th May kelmarin,penerbit dan pelakon2 utama pun datang.
Kepada kaum wanita,jangan lupa bawa tissue tau! Maklumlah cerita tentang poligami. Ceritanya semuanya bagus cuma tak faham saya,ramai juga orang2 Mesir boleh bicara dalam Bahasa Indonesia? Hehehe….
Difahamkan juga novelnya pun mendapat sambutan yang baik. Dengar2 ada Kelab Masyarakat di Singapura akan menjemput penulis novelnya untuk beri ceramah tentang penulisan buku pada bulan Jun sempena Bulan Bahasa Melayu. Looking forward……
May 17th, 2008 at 10:39 am
Habiburrahman el-Shirazy
lahir di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 30 September 1976) adalah sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dikenal sebagai dai, novelis, dan penyair. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca. Diantara karya-karyanya yang telah beredar dipasaran adalah Ayat-Ayat Cinta (telah dibuat versi filmnya, 2004), Di Atas Sajadah Cinta (telah disinetronkan Trans TV, 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007) dan Dalam Mihrab Cinta (2007). Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem.
Pendidikan
Memulai pendidikan menengahnya di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen sambil belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Al Anwar, Mranggen, Demak di bawah asuhan K.H. Abdul Bashir Hamzah. Pada tahun 1992 ia merantau ke kota budaya Surakarta untuk belajar di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Surakarta, lulus pada tahun 1995. Setelah itu melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke Fakultas Ushuluddin, Jurusan Hadist Universitas Al-Azhar, Kairo dan selesai pada tahun 1999. Pada tahun 2001 lulus Postgraduate Diploma (Pg.D) S2 di The Institute for Islamic Studies di Kairo yang didirikan oleh Imam Al-Baiquri.
Aktivitas
Selama di Kairo
Ketika menempuh studi di Kairo, Mesir, Kang Abik pernah memimpin kelompok kajian MISYKATI (Majelis Intensif Yurisprudens dan Kajian Pengetahuan Islam) di Kairo (1996-1997). Pernah terpilih menjadi duta Indonesia untuk mengikuti “Perkemahan Pemuda Islam Internasional Kedua” yang diadakan oleh WAMY (The World Assembly of Moslem Youth) selama sepuluh hari di kota Ismailia, Mesir (Juli 1996). Dalam perkemahan itu, ia berkesempatan memberikan orasi berjudul Tahqiqul Amni Was Salam Fil ‘Alam Bil Islam (Realisasi Keamanan dan Perdamaian di Dunia dengan Islam). Orasi tersebut terpilih sebagai orasi terbaik kedua dari semua orasi yang disampaikan peserta perkemahan tersebut. Pernah aktif di Mejelis Sinergi Kalam (Masika) ICMI Orsat Kairo (1998-2000). Pernah menjadi koordinator Islam ICMI Orsat Kairo selama dua periode (1998-2000 dan 2000-2002). Sastrawan muda ini pernah dipercaya untuk duduk dalam Dewan Asaatidz Pesantren Virtual Nahdhatul Ulama yang berpusat di Kairo. Dan sempat memprakarsai berdirinya Forum Lingkar Pena (FLP) dan Komunitas Sastra Indonesia (KSI) di Kairo.
Selama di Indonesia
Setibanya di tanah air pada pertengahan Oktober 2002, ia diminta ikut mentashih Kamus Populer Bahasa Arab-Indonesia yang disusun oleh KMNU Mesir dan diterbitkan oleh Diva Pustaka Jakarta, (Juni 2003). Ia juga diminta menjadi kontributor penyusunan Ensiklopedi Intelektualisme Pesantren: Potret Tokoh dan Pemikirannya, (terdiri atas tiga jilid ditebitkan oleh Diva Pustaka Jakarta, 2003).
Antara tahun 2003-2004, ia mendedikasikan ilmunya di MAN I Jogjakarta. Selanjutnya sejak tahun 2004 hingga 2006, ia menjadi dosen Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Islam Abu Bakar Ash Shiddiq UMS Surakarta. Saat ini ia mendedikasikan dirinya di dunia dakwah dan pendidikan lewat karya-karyanya dan pesantren Karya dan Wirausaha Basmala Indonesia bersama adik dan temannya.
Prestasi
Kang Abik, demikian novelis ini biasa dipanggil adik-adiknya, semasa di SLTA pernah menulis teatrikal puisi berjudul Dzikir Dajjal sekaligus menyutradarai pementasannya bersama Teater Mbambung di Gedung Seni Wayang Orang Sriwedari Surakarta (1994). Pernah meraih Juara II lomba menulis artikel se-MAN I Surakarta (1994). Pernah menjadi pemenang I dalam lomba baca puisi relijius tingkat SLTA se-Jateng (diadakan oleh panitia Book Fair’94 dan ICMI Orwil Jateng di Semarang, 1994). Pemenang I lomba pidato tingkat remaja se-eks Keresidenan Surakarta (diadakan oleh Jamaah Masjid Nurul Huda, UNS Surakarta, 1994). Ia juga pemenang pertama lomba pidato bahasa Arab se- Jateng dan DIY yang diadakan oleh UMS Surakarta (1994). Meraih Juara I lomba baca puisi Arab tingkat Nasional yang diadakan oleh IMABA UGM Jogjakarta (1994). Pernah mengudara di radio JPI Surakarta selama satu tahun (1994-1995) mengisi acara Syharil Quran Setiap Jumat pagi. Pernah menjadi pemenang terbaik ke-5 dalam lomba KIR tingkat SLTA se-Jateng yang diadakan oleh Kanwil P dan K Jateng (1995) dengan judul tulisan, Analisis Dampak Film Laga Terhadap Kepribadian Remaja. Beberapa penghargaan bergengsi lain berhasil diraihnya antara lain, Pena Award 2005, The Most Favorite Book and Writer 2005 dan IBF Award 2006.
Karya-karyanya
Selama di Kairo
Selama di Kairo, ia telah menghasilkan beberapa naskah drama dan menyutradarainya, di antaranya: Wa Islama (1999), Sang Kyai dan Sang Durjana (gubahan atas karya Dr. Yusuf Qardhawi yang berjudul ‘Alim Wa Thaghiyyah, 2000), Darah Syuhada (2000). Tulisannya berjudul, Membaca Insanniyah al Islam dimuat dalam buku Wacana Islam Universal (diterbitkan oleh Kelompok Kajian MISYKATI Kairo, 1998). Berkesempatan menjadi Ketua TIM Kodifikasi dan Editor Antologi Puisi Negeri Seribu Menara Nafas Peradaban (diterbitkan oleh ICMI Orsat Kairo)
Beberapa karya terjemahan yang telah ia hasilkan seperti Ar-Rasul (GIP, 2001), Biografi Umar bin Abdul Aziz (GIP, 2002), Menyucikan Jiwa (GIP, 2005), Rihlah ilallah (Era Intermedia, 2004), dll. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi Ketika Duka Tersenyum (FBA, 2001), Merah di Jenin (FBA, 2002), Ketika Cinta Menemukanmu (GIP, 2004), dll.
Karya puisi
Sebelum pulang ke Indonesia, di tahun 2002, ia diundang Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia selama lima hari (1-5 Oktober) untuk membacakan pusinya dalam momen Kuala Lumpur World Poetry Reading ke-9, bersama penyair-penyair negara lain. Puisinya dimuat dalam Antologi Puisi Dunia PPDKL (2002) dan Majalah Dewan Sastera (2002) yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia dalam dua bahasa, Inggris dan Melayu. Bersama penyair negara lain, puisi kang Abik juga dimuat kembali dalam Imbauan PPDKL (1986-2002) yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia (2004).Dan setelah itu, beliau datang ke Malaysia untuk bertemu dengan seorang remaja yang bernama Ahmad Firdaus dan Mohd Azizul. Mereka bertiga telah bertukar-tukar fikiran dalam menghasilkan novel Ayat-Ayat Cinta. Karektor Fahri menggambarkan sedkit sebanyak kehidupan sebenar Ahmad Firdaus. Manakala Azizul pula bertindak sebagai penasihat dalam adegan romantis didalam novel tersebut.
Karya sastra populer
Beberapa karya populer yang telah terbit antara lain, Ketika Cinta Berbuah Surga (MQS Publishing, 2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (Republika, 2005), Ayat-Ayat Cinta (Republika-Basmala, 2004), Diatas Sajadah Cinta (telah disinetronkan Trans TV, 2004), Ketika Cinta Bertasbih 1 (Republika-Basmala, 2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Republika-Basmala, 2007) dan Dalam Mihrab Cinta (Republika-Basmala, 2007). Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening], dan Bulan Madu di Yerussalem.
May 17th, 2008 at 7:14 pm
adiboy, betul ke penulis novel mr habiburahman akan di jemput ke spore, pls adv which Kelab Masyarakat di Singapura yg menjemput dan bila. im so in love with his novel… i love this movie ayat ayat cinta, me n family watch twice this movie.
kesabaran dan keikhlasan, itulah ISLAM! (Petikan ayat ayat cinta)
May 18th, 2008 at 5:12 am
Seriusly.. Novel Ayat-ayat Cinta berjaya membuat aku menangis..Betul2 buat aku insaf..Selama ini aku asyik khayal dengan keduniaan, tp bila baca novel ni, baru aku sedar betapa beratnya amanah seorang hamba Allah di dunia ini.. Watak fahri betul2 seorang lelaki soleh yang diimpikan oleh seorang muslimah..Cinta sebenar bukan berlandaskan paras yang cantik atau wang yang melimpah, tetapi akhlak dan sahsiah yang tinggi yang akan mewujudkan cinta yang agung.. Cinta hendaklah kerana Allah bukannya nafsu semata.. Hari ini terlalu sukar mencari wanita seperti Aisha dan Nurul..Dan mustahil untuk jumpa gadis seunik Maria.. Aku berdoa agar aku punyai kekuatan iman seperti Fahri.. Berbanding dengan filem yang banyak diubah jalannya, aku prefer membaca novelnya.. untuk filem, watak Maria amat menarik sekali.. Wish someone like her will come to my life..
May 21st, 2008 at 3:27 am
Buat Kak Yati dan yang lain2 yang menetap di Singapura dan JB. Besar kemungkinan (kalau jadi) Kelab Masyarakat Eunos akan mengundang penulisnya pada tanggal 6/7/08 jam 3 ptg dalam acara SEMBANG SASTERA sempena Bulan Bahasa. Mungkin dikenakan bayaran $4 dan tempat terhad lebih kurang 180 tempat duduk. Kita sedang mendapatkan ‘contact’ kita dari saluran SENSASI untuk membawa beliau untuk acara itu dan kami berharap dia dapat luangkan masa pada tarikh tersebut. Kak Yati boleh dapatkan lebih banyak infomasi dari pihak Bulan Bahasa ataupun Kelab Masyarakat Eunos lewat Jun ini. Pelancaran Bulan Bahasa akan bermula pada tanggal 5/7/08.
May 26th, 2008 at 11:26 am
citer yg sungguh syahdu~~OST yg beh (ayat2 cinta & takdir cinta by Rossa)rugi sesapa yg takgi tengok citer nih…tahniah kepada pengarahnya and penulis novel mr habiburahman..congratatulation!!!
May 27th, 2008 at 9:24 am
Adi Boy wrote :
“Dan setelah itu, beliau datang ke Malaysia untuk bertemu dengan seorang remaja yang bernama Ahmad Firdaus dan Mohd Azizul. Mereka bertiga telah bertukar-tukar fikiran dalam menghasilkan novel Ayat-Ayat Cinta. Karektor Fahri menggambarkan sedkit sebanyak kehidupan sebenar Ahmad Firdaus. Manakala Azizul pula bertindak sebagai penasihat dalam adegan romantis didalam novel tersebut”
apakah benar itu…???
Fahri sebenar itu ada ya…??
di Malaysia ada yg kenal dgn mereka berdua, terutama Ahmad Firdaus…???
Sy penasaran dgn orang menginsipirasi kang abik, untuk membuat karakter seperti fahri….
May 30th, 2008 at 2:02 am
euww!!…
that’s what I think of Razak Mohaideen’s films…tak abis2 dgn lawak spastic/komedi loghat Penang die…1,2 je box-office..yg lain..hmm…bleh!
kalau cerita ni bagus, apa salahnya ditonton?…
June 22nd, 2008 at 11:48 am
aku dah tgk citer ni kat pawagam. mmg best and superb! cinematography cantik!
July 5th, 2008 at 2:41 pm
filem yang sangat menarik..saya sudah menonton ratusabn filem tak pernah rasa sebak..tetapi bila tengok AAC saya rasa malu pada diri, sebagai muslim dan semasa bujang melakukan maksiat yang banyak…alangkah indah percintaan mereka…dan tahap keikhlasan aisya…ketulusan cinta maria..hurmm……..best actor..best cinotegrafi..fine music (beware coz ada music dari warga israel..john william..but meruntun perasaan gak musicnya..hehe)….alangkah indahnya jika saya kembali seperti dulu..bersikap,bersifat seperti fahri…mungkin sekarang saya mendapat ketenangan jiwa…….mendapat kerahmatanMU YA ALLAH…SUBHANALLAH